Nilai – Nilai Pendidikan Pada Peristiwa Isra Mi’raj

Muhammad Hidayat, Kalam Setia

Abstract


untuk mengikuti proses pendidkan yang sedang dijalankan Sesungguhnya peringatan dalam Islam merupakan impian iman yang mengokohkan jiwa yang lemah, menghidupkan kalbu yang mati dan membangkitkan cita-cita yang layu. Karena kenangan Islam berisikan dakwah berikut fase, berbagai peristiwa, sikap dan pelajaran yang dipetik darinya. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah Azza wa jalla dalam alquran surat ad-Dzariyat ayat 55.

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

Bermakna; “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman”. Umat yang mengingat tarikhnya, umat yang mengenang aneka peristiwa yang dialaminya dan memetik pelajaran darinya adalah umat yang patut hidup mulia. Mengenang berbagai peristiwa dibolehkan dalam Islam, dalam alquran banyak sekali kalimat yang menyatakan peringatan seperti: “Maka ingatlah”, “Ingat dan kenanglah”, “Tiadakah kalian ingat?”. Rasulullah SAW. pun memperingati hari lahirnya dengan membiasakan shaum sunnah setiap pekan. Dari hasil kajian, didapatkan kesimpulan bahwa isi kandungan dalam peristiwa Isra Mi’raj terbagi menjadi tiga bagian penting; pertama pendidikan politik, yaitu terjadinya pergantian pemimpin peradaban antara Bani Isra’il yang sudah tidak cocok dan tidak sepatutnya bagi mereka. Hal ini dikarenakan hilangnya sifat-sifat kemanusian pada diri mereka dan tidak adanya keimanan yang mereka miliki, kepada pemimpin baru yaitu Muhammad (Kaum Muslimin). Pendidikan politik ini bertujuan untuk menyiapkan dan membentuk karakter calon-calon pemimpin yang memiliki nilai-nilai Islam, dengan terbentuknya calon-calon pemimpin seperti ini maka akan memudahkan tercapai dan tegaknya Syari’at Islam, sebaliknya tanpa adanya kepemimpinan yang berasaskan nilai-nilai Islam tidak akan pernah terjadi kesejahteraan dibumi ini. Kedua pendidikan sosial sebagi sarana untuk menciptakan keharmonisan antar individu dalam bergaul dan berbaur dengan masyarakat yang luas dan fleksibel. Ketiga adalah pendidikan spiritual, yang bertujuan untuk memperkokoh hubungan seorang hamba dengan sang Maha Pencipta nilai-nilai ini dapat tercipta dengan media shalat yang merupakan oleh-oleh yang dibawa Rasulullah SAW pada peristiwa Isra Mi’raj. Semua kandungan yang disebutkan merupakan merupakan nilai yang sangat penting bahkan bisa menjadi program unggulan yang ditawarkan dalam dunia pendidikan. Sehingga dalam pembinaan dan pendidikan tersebut akan lahir peseta didik yang paripurna dalam berbagai dimensi.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ahmadi, Drs. H. Abu. Mutiara Isra Mi’raj Jakarta: Bumi Aksara, 1995, Cet. 1

Anon. Kamus besar bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1994.

Arobiyah, Majma al-Lughah al. Mu’jam al-Wasith terjemah, Kairo: Maktabah as-S yuruq ad-Dauliyyah, 2008, cet. 4.

Asqolani, Ibnu Hajar Al. Fathul Bari : jilid 1.

Asrahah, Drs. Hanun M. Ag. Sejarah pendidikan Islam, Jakarta: Logos wacana ilmu, 1999.

Daim, Abdullah Abdul. Tarbiyah Al-Ammah, Bairut: Dar Al-Fikr, tanpa tahun.

Drajat, Dr. Zakiyah, dkk. Ilmu pendidikan Islam, Jakarta: Bumi aksara, 2000.

Ghazali, Imam al. Wahai Anakku,terjemah Fuad Kauma, Bandung: Irsyad Baitus Salam 2005) cet. 10.

Hijazy, Dr. Hasan bin Ali Hasan Al. Manhaj Tarbiyah ibnu Qayyim, terjemahan Muzaidi Hasbullah, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2001.

Hisyam, Abu Muhammad ‘Abdul Malik bin. Sirah ibnu Hisyam, Bab.Dzikru al-Isra wal Mi’raj, juz. 1.

Izutsu, Toshihiko. Etika Beragama dalam alquran, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995.

Kartono, Kartini. Pengantar pendidik teoritis: “Apakah pendidikan masih diperlukan?” Bandung: Bandar Maju, 1992.

Mahmud, DR. Ali Abdul halim. Perangkat-perangkat tarbiyah Ikhwanul Muslimin, terjemahan Wahid Ahmadi, Fakhrudin Nursyam, khozin Abu Faqih, Solo: Era Intermedia. 2004.

Marimba, Ahmad D. Filsafat pendidikan Islam, Bandung: Al-Ma’arif, 1980.

Nahlawi, Abdurrahman An. Usul Al-Tarbiyah Al-Islamiyah wa Asalibaha fil bait wa Al-Madrasah wa Al- Mujtama Damaskus: Dar Al-Fikr, 1979.

Nawawi, Imam. Syarh Sohih Muslim, Bairut: Darr at- taqwa, 2004, cet. 1.

Prayitno, Dr. Irwan. Kepribadian Dai, Jakarta: Pustaka tarbiyatuna, 2005.

Qadir, Abdul Qadir Ahmad Abdul. Renungan Isra Mi’raj bagi Aktifis Islam, terj. Nabhani Idris, Jakarta: Rabbani Press, 2004, Cet. 1.

Qarashi, Baqir Sharif Al. Seni mendidik Islami: kiat-kiat Menciptakan Generasi Unggul, terjemahan Mustofa Budi Santoso. Jakarta: Pustaka Zahra, 2003.

Quthb, Sayyid. terjemah tafsir fi dzilalilqur’an Jilid 7, Jakarta: Gema Insani Press, 2003, Cet. 1.

Quthb, Sayyid. Fidzilalil Qur’an, Kairo: Darr Syuruq, 2004, Jilid. 4, bab.1.

RI, Departeman Agama. Terjemah alquran. Jakarta: Syamil, 2005.

Samba, Sujono. Lebih baik tidak sekolah. Yogyakarta: LkiS Yogyakarta, 2007.

Shaliba, Jamil. Al-Mu’jam Al-Falsafi terjemahan, Darul-Kitab Al-Lubnani, 1978.

Shihab, M. Quraish. membumikan Al-Quran, Bandung: Mizan, 1992.

Suyuthi, Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam. Isra Mi’raj, terjemah. Arya Noor Amarsyah, Qisthi Press: Jakarta, 2008, cet. 1.

Syam, Mahmud Noor. filsafat pendidikan dan dasar filsafat pendidikan pancasila, Surabaya: Usaha Nasional, 1986.

Wa’I, Dr. Taufik Al. Ad-Dakwah ila Allah, terjemahan, Mesir: Al-Mansurah, 1995.

Zuhaili, Ust. Dr. Wahbah. Tafsir Munir Fil’aqidah wasyari’ah walmanhaj terjemah, Damaskus: Darr Fikr, 2005, jilid. 8, cet. 8 .


Refbacks

  • »
  • »
  • »


ISSN No: 2338-512X
e-ISSN No: 2477-619X

Supported by :


Jurnal Online
Management Jurnal Elektronik



Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia




Indexed by :